Feed on
Posts
Comments

Impian indah

Kalo lagi diatas motor, sering banget aku mikir mau nulis apa yach di blog. Kasihan blog ini udah beberapa bulan ga disuplai artikel baru. Tapi giliran udah di depan komputer, eh ternyata pusing juga mau nulis apa. Sering banget aku kagum ama okta, kok bisa yach dia nulis segitu rajin. ehmmm.. tapi sering juga aku tersadar bahwa wajar juga sih, emang disegala bidang dia lebih rajin dari aku. Dari mulai dari bangun pagi, sampai urusan kerja di depan komputer, oh ya sampai ke urusan menyelesaikan seri DVD. Tapi kayanya akhir-akhir ini penyakit malas ku mulai menular ke okta juga, buktinya pagi ini kami berdua bangun kesiangan (meski sebenarnya hampir setiap hari aku bangun kesiangan). Dah hasilnya kami berdua terburu-buru berangkat, dan seperti yang anda semua ketahui mengenai betapa macetnya jakarta (meski saat bulan puasa begini). Alhasil bercampur antara emosi, rada khawatir terlambat (meski udah pasti), dan berharap kemacetan cepat berlalu, kami melalui jalan jakarta untuk sampai ke kantor. Sampai dikantor ku okta langsung buru-buru jalan lagi sampai lupa blessing aku dan baby oten seperti yang seharusnya dia lakukan tiap hari. Tapi yach namanya buru-buru, akhirnya aku blessing sendiri aja diriku dan baby oten.

Ga tau gimana cerita dia di kantor. tapi begitu sampai ke ruangan kerja aku langsung sibuk berkutat dengan project ku yang serasa never ending ini. Dipenuhi many changes, many new request dan many many many kebawelan dan kepentingan politik kantor, hal-hal yang akhir-akhir ini membuat aku sibuk berpikir harus manusia menjadi sebegitu repotnya menyelamatkan kepentingannya (bahkan kadang tanpa berpikir panjang dan resikonya).

Aku pun teringat apa yang pernah aku dengar di sebuah radio (ini kalo pas sempet berangkat pake mobil kantor). Apa sih tujuan hidup kita? apakah uang ? kalo uang, rasanya itu bukan value yang cukup berarti untuk sampai harus dikejar mati-matian. lalu kalo bukan uang terus apa ? Kebahagiaan ? tapi kebahagiaan macam apa ? sebuah permainan pikiran yang masih terus ada di pikiran sebagian orang. mau jadi apa sih kita ini? kita mau hidup kita seperti apa ? impian apa yang mau kita capai ? masuk akal ga sih impian kita ? mau berapa lama impian kita tercapai ? wah ternyata banyak juga yach pertanyaan kehidupan…

Saat ini mungkin aku hanya mau yang simple aja. Menikmati setiap moment bahagia yang aku dapatkan. Menikmati saat aku gemes liat wajah okta yang tiap malem berebut selimut tebal dengan aku, menikmati saat okta tiap pagi dan malam menyodorkan susu ibu hamil, menikmati saat aku memeluk chacha, menikmati saat aku berbicara dengan mamaku di telp, menikmati mimpi malamku bertemu dengan papa tercinta (meski tanpa suara), menikmati debat dengan customer tentang request-request yang kadang aneh dan membingungkan, menikmati dikejar-kejar deadline, menikmati usg yang dilakukan dr. boy untuk melihat baby oten, menikmati kemacetan kota jakarta dengan rasa syukur bahwa ternyata makin banyak orang mampu beli mobil ato motor. Intinya menikmati setiap hal di dunia ini baik dalam kondisi positif maupun yang terlihat negatif. Tapi semua itu belum menjawab impianku. Impianku adalah punya keluarga yang bahagia, aku ga butuh karir sempurna, tapi aku ingin punya keluarga sempurna, meski sempurna itu hampir tidak ada didunia ini, tp minimal aku bisa memiliki keluarga terharmonis sejauh kami bisa, dan semua itu tidak perlu diukur dengan betapa tinggi jabatanku, berapa besar penghasilanku maupun suamiku, berapa banyak deposito atau berapa reksa dana yang kami punya.

Dan untuk mencapai semua itu aku tau tidak seperti di sinetron atau telenovela yang semua bisa terlihat serba instan, semua pasti butuh usaha. Dan aku itulah impianku, impian yang ingin aku kejar. Amin.

Jadi apa impian anda ??

Hari - hari begitu berat aku lalui setelah kepergian papa. Maklumlah aku anak tunggal, yang artinya semua tanggung jawab rumah tangga secara otomatis berpindah ke diriku. Awalnya aku merasa pusing tujuh keliling, hampir tiap waktu aku berteriak “OMG berat sekali, bisa cepet tua nih kalo gini terus”.

Dalam segala kepusingan itu aku semakin dalam mendekatkan diri dengan Tuhan memohon kekuatan dan jalan. Yach syukurlah, meski masih dalam proses tapi sedikit demi sedikit aku sudah mulai bisa membiasakan diri dengan tanggung jawab tersebut. Dan pagi tadi saat bangun dari tidur nyenyak semalam aku melihat matahari bersinar dengan cerahnya. Aku bersyukur Tuhan masih memberi anugrah kehidupan yang indah pada diriku. Akupun bersyukur bahwa aku bisa melihat hari demi hari berjalan dengan semakin indah.

Semoga aku dapat terus bertahan dan semakin mensyukuri seluruh anugrah yang Tuhan berikan.

Refleksi diri : 28 Mei 2008

Never Forget

Hari Sabtu tanggal 5 April 2008, sekitar pukul 6 pagi aku menerima telp dari mama yang mengabarkan papa telah tiada.
Kaget, shock, dan bingung melanda emosiku.
Tidak banyak yang bisa aku pikirkan saat itu, selain 1 hal yaitu cari tiket ke semarang secepatnya !!!.

Hari ini tanggal 17 april 2008, aku masih tidak mampu menuliskan emosiku dalam blog ini. Saat aku mengetikan sekelumit tulisan ini pun aku masih saja berusaha menahan air mataku.

Sulit mempercayai ayahku tak lagi mendampingi aku secara fisik, meski aku selalu percaya ayahku akan selalu disampingku di setiap detik hidupku, mengarahkanku, membimbingku dalam bentuk yang berbeda.

selamat jalan papa tercinta, aku sayang papa…

in memoriam : Hadi Pramana - Bee Tiauw Tjwan (5 November 1938 - 5 April 2008)

Dalam artikel berikut

Roy Suryo: Pelakunya ‘Mereka’, Tunggu Aksi Saya
Ardhi Suryadhi - detikinet

Ada cuplikan kalimat menarik

Siapa ‘mereka’ yang dimaksud Roy? “Kelompok blogger dan hacker yang selalu bertindak negatif adalah pelakunya. Hal ini membuktikan, yang namanya blogger dan hacker Indonesia belum bisa mencerminkan citra positif,” tegas Roy kepada detikINET, Kamis (27/3/2008).

Sedih banget ga sih masa dikatain belum bisa mencerminkan citra positif, aku memang bukan orang yang pinter dalam dunia per IT an. Aku memang bukan orang yang ngerti gimana cara buat blog sendiri (lah semua dah disediain ama suami tercinta) tinggak ketik-ketik aja, tau jadi ajah. Aku juga ga bisa ganti theme, theme dari dulu dari sekarang cuma ini - ini aja, yah skali lagi aku memang bukan orang yang ngerti IT. Tapi masa sih aku belum boleh disebut blogger.. padahal aku seneng banget aku bisa dibilang blogger meskipun ngisi artikel juga jarang-jarang, karena kesannya bisa ikut trend kemajuan jaman.

berikut hasil browsing tulisan blogger dari wikipedia :

Blogger dapat merujuk pada
Orang yang memiliki atau memelihara suatu blog.

Artinya boleh donk aku disebut sebagai blogger meski dengan segala keterbatasan diatas.

Lalu apa arti kata blog berdasar wikipedia :

Blog merupakan singkatan dari “web log” adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Posting-posting tersebut seringkali dimuat dalam urutan secara terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web semacam itu biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Jadi kembali lagi ke masalah sedih, aku sedih banget, masa sih aku jadi salah satu bagian dari sesuatu yang tidak bisa mencerminkan citra positif. Aku juga sedih, karena setiap kali mau masak kan sering search di internet, trus dapet di blog orang. Artinya aku memanfaat sesuatu yang tidak mencerminkan citra positif. hiks… hiks…

Menurut hukum pareto kan 20 80, jadi dari beribu-ribu blogger indonesia apakah 20 yang positif atau 80 yang positif hingga para blogger di Indonesia menjadi sesuatu yang tidak bisa mencerminkan citra positif. Mungkin perlu dibuat survey nya.

Bingung

Setiap aku membaca ulang isi blog ini, aku merasa setiap tulisan yang aku buat mirip seperti sedang menulis diary. Kalau menilik blog-blog tetangga ternyata ada banyak banget tipe penulisan, ada yang penuh dengan ilmu pengetahuan, kampanye tentang kemanusiaan, ekspresi analisa diri, narasi / cerita pendek, resep masak dan masih banyak lagi.

Semakin banyak blog yang aku hampiri membuat aku semakin bertanya, sebenarnya aku nulis blog ini buat tujuan apa ? ehm… kayanya jadi sekedar media curhat aja deh.. Dan ini tidak membuatku puas… aku merasa blog ini bisa lebih berguna daripada sekedar arena curhat buat aku, ataupun arena untuk mengkritik sesuatu (dan memang rasanya belum pernah aku lakukan di blog ini hehhehe.. ). Aku ingin blog ini berguna untuk sesuatu… tapi apa yach…

Mau masukin resep masak kayanya aku ga jago masak (setiap masak aja masih search resep di google), mau ilmu pengetahuan aku juga ga ngrasa pinter (ilmu apa yang mau dibagi ) ehm… ehm… semakin bingung…

Ini akan jadi PR yang bagus untuk dipikirkan minggu ini.. akan jadi apakah blog ini…

Kalo ada saran jangan ragu-ragu untuk dituliskan… enaknya jadi apa yach blog ini…

« Newer Posts - Older Posts »