saat sakit pun harus dijadwal
Beberapa minggu terakhir ini aku sedang ada project di kantor. Project yang deadlinenya sangat mepet bahkan cenderung mustahil untuk dipenuhi. Singkat cerita tanggal 25 januari kemarin akan diadakan simulasi kecil untuk melihat bagaimana hasil dari project tersebut di gunakan di operasional dan keputusan tanggal 25 januari itu diumumkan pada tanggal 21 Januari 2008 malam.
Tanggal 22 januari 2008. Saat bangun pagi aku sudah demam, badan pegal-pegal, tenggorokan sakit banget. Okta sudah minta aku untuk tidak masuk kantor dengan kondisi kesehatan seperti itu. Tapi mengingat jadwal simulasi tanggal 25 Januari jadilah aku tetap memaksa untuk masuk kantor. Alhasil dengan wajah bersungut okta mengijinkan aku untuk berangkat kantor. Dan untuk mentoleransi kekesalannya aku pulang agak cepat - alias ga pake lembur.
Tanggal 23 Januari 2008, Jadwal semakin ketat. Hari itu user bersiap memasukkan data-data yang dibutuhkan, sementara itu tenggorakan sudah semakin sakit, batuk-batuk kecil sudah mulai keluar dan sariawan di lidah makin bikin tersiksa. Okta sudah mulai mengomel dan minta aku untuk tidak lembur hari ini karena kondisi kesehatan ku semakin buruk. Tapi apa boleh dikata, kerjaan berkata lain. Hari itu aku pulang jam 00.05 dari kantor dan jam 01.00 pagi baru sampai rumah.
Tanggal 24 Januari 2008. Persiapan akhir dilakukan. User melanjutkan input data, setting-setting dilakukan. Tenggorokan udah ga sakit tapi gatal setengah mati, batuk udah semakin sering, suara udah mulai hilang (sampai aku merasa perlu merekam suaraku karena waktu itu srasa punya suara ala dewi persik), badan udah mulai lemes. Hari ini okta udah ga ngomel lagi, karena mungkin udah pasrah. Dan aku berterima kasih atas pengertiannya. Malam ini aku pulang pukul 10.15 dari kantor diantar mobil kantor. Ditengah jalan, karena drivernya kasian melihat kondisiku maka dia dengan inisiative pribadi menganjurkan aku untuk berhenti di apotik dan membeli obat. Untungnya sih masih ada yang buka, jadilah aku mampir beli obat dulu sebelum sampai ke rumah. Sebenarnya aku sudah pengen ke dokter sejak awal-awal aku flu, karena begitu aku flu maka dapat dipastikan bakal parah. Tapi hidup mengatakan lain, jangankan ke dokter buat tidur aja masih ga cukup waktu.
Tanggal 25 Januari 2008, The D day for simulation. Hari ini begitu sibuknya. Kondisi kesehatanku semakin parah saja. Batuk semakin sering, tenggorokan semakin gatal, badan semakin pegal-pegal. Bagaimanapun juga minum obat tanpa istirahat yang cukup yah ga mungkin sembuh lah. Untungnya aku cukup terhibur karena simulasi berjalan dengan baik dan sukses. Hari ini okta minta aku ga lembur lagi, aku pun berharap demikian. Hari ini aku pulang pukul 08.00 dari lokasi simulasi, dan baru pulang pukul 09.30 dari kantor, dan sampai rumah pukul10.30. Yah ternyata ga kesampaian juga mau pulang cepet.
Dari tanggal 22 januari 2008 aku sudah bilang ke boss bahwa aku ga mungkin minta ijin ga masuk sampai tanggal 25 januari 2008, oleh karena itu aku mohon ijin senin tanggal 28 januari untuk istirahat sakit - meskipun tetep aja ngerjain deadline dari rumah-. Tapi kayanya banyak yang keberatan jika aku ga masuk tanggal 28 januari tersebut. Karena tanggal 29 Januari 2008 bakal diadain simulasi yang lebih besar daripada simulasi tanggal 25 januari 2008. Wah…. wah… wah… ternyata mau ijin istirahat sakit aja susah yach… Nasib… oh nasib…

January 26th, 2008 at 6:00 pm
lucu juga pertama kali denger suara dona ditelp, bener2 kaya dewi persik. sampe-sampe kepikiran mau tulis di blog, “Telepon dari Dewi Persik”, tapi dari pada beredar rumor di kalangan pemburu “gosip layar kaca” aku mengurungkan niat. heheheheh…
January 28th, 2008 at 11:02 am
Aduh susah banget ya kalo kerjaan udah padet kayak gini, ampe cuti pun nggak bisa. Semoga kerjaannya cepat kelar trus bisa cuti sakit deh. Semoga sakitnya juga cepat sembuh ya.
Dona, salam kenal ya. Lagi blogwalking mampir ke mari. Namanya sama ama aku cuma beda ejaan aja.
February 6th, 2008 at 10:27 pm
aku sampe turun 18 kilo… kita di perusahaan yang sama ga sih don?