Hitam, hijau, besar, kecil
Rambut tetangga lebih hitam dari rambut sendiri (- kalo ga di cat yach)
Rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri
Gajah dipelupuk mata tak tampak, semut diseberang lautan tampak
Jadilah kombinasi ketiganya jadi hitam, hijau, besar, kecil. – hehee..
2 hari yang lalu sewaktu istirahat siang, secara tidak sengaja saya melihat ada tabloid update. Disalah satu artikel nya terdapat paragraf seperti ini. “Perlu diketahui bahwa di perusahaan kita bergantung kepada sistem bukan pada orang sehingga dampak sahabat yang pergi memang akan terasa sesaat, namun setelah itu akan normal kembali. Semoga pelajaran sahabat kita ini bermanfaat bagi kita semua. Sehitam-hitamnya rambut tetangga pasti ada ubannya.. “
Dari sudut pandang pribadi, aku sendiri merasa artikel tersebut diatas tidak menggambarkan kenyataan secara keseluruhan. Mungkin ini hanya artikel pembelaan perusahaan yang sedang disedot resourcenya oleh kompetitor. Aku akan mencoba memandang masalah ini lebih jernih (meski mungkin masih terbatas).
Dalam dunia usaha, bajak membajak karyawan adalah hal yang biasa. Pada dasarnya ini merupakan win win solution bagi perusahaan yang membajak dan karyawan yang dibajak. Karena bagi karyawan yang dibajak pasti diberi posisi atau kompensasi yang lebih baik, bagi perusahaan yang membajak, karyawan yang dibajak dinilai sudah matang di lapangan sehingga bisa membantu memajukan perusahaannya. Jadi bukan melulu soal database, tapi termasuk kemampuan dan ketrampilan di bidangnya. Sehingga kemungkinan satu-satunya korban dari proses tersebut adalah perusahaan yang ditinggalkan. Namun melihat artikel diatas, terasa perusahaan tersebut tidak terlalu menghargai karyawannya – berdasar cuplikan paragraf diatas terkesan mereka bergantung pada sistem bukan pada orang - (meski kadang sistem juga bergantung pada orang hehehhe…) , jadi cukup pantas rasanya bagi karyawan di perusahaan tersebut karena merasa tidak dihargai diperusahaan lama maka mencari perusahaan baru yang lebih menghargai, memberi perbaikan finansial dan kadang juga status sosial. Dan disetiap keputusan untuk pindah pasti terjadi dilema bagi karyawan yang pindah, terutama dengan lingkungan kerja yang baru. Namun biasanya itu terjadi hanya di awal-awal kepindahan, karena setelah beberapa waktu biasanya karyawan tersebut akan mulai memahami lingkungan yang baru. Dan masalah apakah setelah database habis kemudian karyawan tersebut dibuang, aku rasa tidak bisa semudah itu. Setiap karyawan di manapun bekerja harus tetap survive dan berinovasi agar tetap dapat mengikuti perkembangan kemajuan jaman dan kalau karyawan tersebut tidak dianggap bagus kinerjanya di perusahaan lama, pasti tidak akan dibajak di perusahaan baru. Artinya yang dibajak / diterima di perusahaan baru pasti sudah dipertimbangkan kinerjanya di perusahaan lama. Dan mungkin agak susah menerima jika dikatakan karyawan yang terpilih tersebut adalah karyawan yang cuma mengandalkan database.
Sehitam-hitamnya rambut tetangga pasti ada ubannya.. Sama-sama ada ubannya, tapi uban mana yang lebih banyak. Dan uban dimana yang lebih sering di semir.

May 3rd, 2007 at 10:04 pm
wuih dona bakal jadi kadiv IT adira tuh
hahaha
daripada sekarang… feodal
ka-div
ka-dept
ka-cung >>> ini level gwe dan dona… iya ga don? hahaha….
May 7th, 2007 at 11:32 am
Kalo pun ada kejadian suatu karyawan kembali ke perusahaan sebelumnya biasanya karena perusahaan sebelumnya merasa mencari orang baru susah dan ternyata karyawan yang meninggalkan nya mempunyai “value” lebih dibandingkan yang selama ini mereka pikirkan. Jadi jangan heran kalau anda menginggalkan perusahaan lama kemudian salah satu orang yang berwenang menelphone anda dan berkata “Gimana kabarnya nich? Betah disana? Berminat balik lagi gak? ” hihihi…..
May 13th, 2007 at 10:53 pm
“minat untuk balik? tergantung nih, ada ‘tawaran’ baru gak?” hehehe…
May 14th, 2007 at 9:39 am
Hahhaha…. minat balik ato ga memang selalu tergantung dari tawaran alias benefit yang ditawarkan. Kalo memang lebih baik ya ‘why not?’ hehhehe.. Kalo tadinya keluar sebagai devlead, terus di terima ditempat lain sebagai supervisor, kemudian mau ditarik lagi sebagai project manager (in real level as manager) ya boleh lah.. plus benefit salary yang bisa di pertanggung jawabkan.. ooo it’s nice..
tapi kalo keluar as devlead, kemudian di terima as supervisor, kemudian mau ditarik lagi as devlead lagi, plus salary yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.. ya harus mikiiiiirrrr lagiiiiii ….