KPP alias Kursus Persiapan Pernikahan
Feb 20th, 2007 by donamelia
Sejujurnya aku ga begitu tau, kepanjangan dari KPP. Entah Persiapan Pernikahan atau Persiapan Perkawinan. Yang pasti semua pasangan yang pernikahannya ingin diberkati di gereja katolik harus mendapatkan sertifikat ini sebagai salah satu syaratnya.
Jadi karena aku dan okta akan menerima sakramen pernikahan secara katolik, maka kami pun wajib mengikuti KPP ini. Sebenarnya kami ingin ikut KPP yang terjadwal akhir Januari 2007. Namun Tuhan rasanya berencana lain, jadi kami terdaftar di KPP I di bulan Februari 2007. Dan sekali lagi Tuhan memiliki rencanaNya, karena tanggal 9-11 Februari 2007 Jakarta masih berduka karena bencana banjir, maka KPP diundur ke tanggal 16 - 18 February 2007. Rencana kami berdua yang seharusnya balik ke kampung halaman masing-masing terpaksa dibatalkan dan kami pun merayakan Imlek di jakarta hiks.. hiks.. (mom dad… I miss you so much .. )
Hari pertama.. 16 February 2007. Materi : Hukum Perkawinan Katolik dan Moral Perkawinan Katolik. Dibawakan oleh romo dari paroki Kapuk. Kami mendapat cukup banyak masukan tentang dasar hukum perkawinan dari sudut pandang gereja katolik. Inti dari semuanya adalah satu, sepadan dan tak terceraikan. Rasanya kalimat itu pengen aku ketik dan pasang di rumah biar kami bisa selalu mengingat semangat moral perkawinan tersebut. hehheeh…. Hari pertama dimulai dari pukul 16.15 sampai 21.00 pas. Pulang dari KPP kami udah cukup lelah, maka pulang dari kursus kami langsung tidur… ngrook.. ngroookk…
Hari kedua.. 17 Februari 2007. one day before ang pao day. Materi : Komunikasi dalam rumah tangga dan Ekonomi Keluarga. Untuk materi komunikasi dalam rumah tangga, banyak hal yang bisa kami ambil hikmahnya. Karena pasangan yang membawakan materi tersebut masih tetap mesra setelah 23 tahun pernikahan mereka. But I believe setiap pasangan mempunyai caranya sendiri untuk mengungkapkan kasih sayang mereka. Dan tiap pasangan harus mencari cara mereka sendiri untuk mempertahankan cinta mereka. Rambu-rambu pasti yang harus diingat oleh pasangan adalah seberapapun mereka mencapai puncak emosi, mereka harus tetap tenang dan berpikir, tidak boleh mengambil tindakan sesaat yang bisa menyebabkan penyesalan seumur hidup. Kembali lagi harus diingat satu, sepadan dan tak terceraikan. Jangan pernah bermain api, jika tidak terceraikan. Materi kedua, ekonomi keluarga. Rasanya yang ini kurang mendalam. Dan menurut aku pribadi, lebih berguna tips keuangan di oprah show. hehhe… Hari kedua inipun dimulai pukul 16.15 sampai 20.30 (karena pembicaranya mau malam imlek ama keluarga jadi lebih cepat 30 menit selesainya.. syukur deh.. )
Hari ketiga 18 Februari 2007 … The Fire Piggie show begin.. Imlek day. Materi hari terakhir ini adalah pengenalan KB , seksualitas, dan Pendidikan anak. Materi pengenalan KB dan seksualitas dibawakan oleh ibu dokter. Bu dokter ngomongnya enak, dan keliatan udah berpengalaman. Ga banyak yang bisa aku sharing materinya disini, karena sensor dewasa semua hehehhe.. tapi overall sangat bermanfaat buat aku yang masih ga mudeng seks, dan ga mudeng melahirkan. hehhe.. Materi ketiga tentang pendidikan anak. Pembicaranya ga begitu enak, karena ga terstruktur. Tapi waktu disuruh isi kuis, gw dapat point lumayan tinggi, artinya gw ngertiin pasangan, okta juga dapet point cukup tinggi. Gimana ga dapet point tinggi lah wong 5 tahun lebih pacaran, udah hapal kalee ama story hidup dia. hehhehe. Ada beberapa point yang disampaikan pembicara yang kami ga setuju, tapi ada juga yang kami setuju, meski ga banyak hehhehe…
Selesai materi terakhir, semua peserta mengikuti misa. Di misa ini, aku dan okta kebagian buat doa umat. Doa umatnya okta untuk bangsa dan negara, dan doa umat ku untuk persiapan peserta KPP. Tanggal 17 malemnya (1 day before misa) aku ngarang doa umat yang punyaku, eh okta sambil baca novel minta dibuatin doa umat punya dia juga. Dasar nih okta.. badung… dia sempat kasih clue sih. Tapi tetap aja aku harus peras otak untuk mikir nya. kira-2 butuh 30 menit untuk buat doa umat ini. Setelah selesai aku minta okta untuk ketik di komputer. Nah waktu ketik, dia sempat edit lagi doa umat punya dia, biar lebih panjang. hahhaha. ya itulah Okta.. manja dan badung terutama kalo berurusan dengan mengarang indah. heheheh.. Kita kembali ke masalah misa.. Misa berlangsung sangat singkat, banyak hal yang diskip karena ada beberapa peserta yang non katolik. Jadi romo buat misanya yang super singkat. Selesai misa, mulai pembagian sertifikat. Ada cerita lucu. Waktu pak widodo (koordinator acara) membacakan Nikolaus Donald. Si Okta dah mau maju karena nama baptis dia kan Nikolaus, dan gw dona.. jadi mirip banget kan.. dikira lagi disingkat nama co dan ce nya.. eh ternyata setelah didengerin kepanjangannya ternyata bukan kita yang dipanggil. Untung belon berdiri penuh, baru setengah berdiri. heheh… tapi akhirnya kami dipanggil juga kedepan, terus salaman ama romo dan pak widodo sambil ngomong terima kasih. Dan selesailah serangkaian acara kursus.
Lega sekali rasanya selesai kursus, setelah dapat sertifikat kami akan coba mendaftar ke gereja untuk booking hari. Ada 1 syarat yang belum terpenuhi sih, yaitu yang pembaharuan surat baptis. Tapi semoga aja itu bisa disusulkan. Kalo ga bisa, bisa nangis donk gw ama okta. Yach tapi kami percaya Tuhan pasti punya rencana untuk semua kesulitan yang kami lalui. Mungkin dengan liku-liku yang kami hadapi ini kami bisa semakin dekat dan semakin berpikir jauh jika ingin bertengkar atau bertindak bodoh. Semoga aja setelah semua dapat berjalan lebih lancar lagi. Semoga.. Semoga.. Semoga.. Semoga berkat Tuhan selalu bersama kami. Amin.

hehehehe.. ya gimana lagi yach.. mengarang indah memang bukan keahlian ku. jadi masalah itu aku serahkan kepada ahlinya hehehe.. kalo nambah2-in sih lebih gampang.
Nah karena dah diceritain disini, aku tinggal tambah link aja di blog ku..
Thanks udah dengerin keluh kesah selama KPP. Muach…
salam damai kristus
salam kenal
saya berterima kasih karena saya baru aja baca2 website tentang kpp punya anda. semoga pernikahan kalian berdua lancar dan bisa membawa kebahagian.
saran ” AD MAEOREM DEI GLORIEM” artinya selalu lebih memuliakan Nama TUHAN maka Jalan terang akan selalu terbuka.