part 1 of banjir
Feb 6th, 2007 by donamelia
banjir melanda jakarta sejak jumat tanggal 2 februari 2007, banyak lokasi yang sangat parah. Ini tulisan mengenai banjir bagian pertama dari serangkaian tulisan mengenai banjir. Dibagian pertama ini, tidak banyak yang bisa aku tulis, hanya bagian-bagian yang benar-benar aku alami dan berbekas dihati.
Dimulai dari jumat pagi, saat aku dan okta berangkat kerja, awalnya terlihat tidak begitu parah, kami mengira masih seperti banjir sebelumnya, artinya meski banjir tapi siang akan surut. Tapi ternyata tidak demikian, untuk berangkat saja kami harus berputar-putar terlebih dahulu. Berangkat dari rumah sekitar pukul 06.15 pagi, dan baru sampai ke tempat kerja okta sekitar 09.00 itupun dengan sangat susah payah. Sesampai di tempat okta, aku dapat kabar kalo kantor ku diliburkan karena kondisi yang tidak bersahabat. jadilah aku menjadi tamu tetap di kantor okta hari itu. Selama aku nunggu di sofa (yang terus dipantau sama security nya karena dipikir ‘nih tamu mau ketemu sapa yach?’ heheh), aku masih sempet sms beberapa teman dan saudara untuk nanya kabar mereka. Hp dari batere full sampe tinggal setengah, sambil dengerin radio juga pake bean. Ternyata kondisi jakarta parah banget… Edi (adiknya okta) sempet telp kasih tau kalo jalan pulang ke rumah udah mulai terkepung banjir.. wow.. panik mode on … aku langsung sms okta, padahal cuma paling beda 2 meter antara dalem dan luar ruangan. Okta juga mulai panik mode on, tapi sayangnya kantor dia ga kasih ijin untuk pulang lebih cepat. alhasil.. kami berdua menunggu detik demi detik, perkembangan demi perkembangan dengan sangat cemas. Akhirnya pukul 03.00 siang, karyawan di kantor okta mendapat kepastian untuk dapat pulang lebih awal.
And this not a good news.. why ??? karena jakarta sudah lumpuh saat itu. Kami berdua harus mencari jalan alternative karena banyaknya jalan yang terendam banjir. Dan this is the first time our motorcycle berhasil memasuki jalan tol. hehhe… karena jalan disisi kirinya terendam sampe sekitar 80 cm. but this is not the end of the story… meski sudah memutar lewat jalan panjang, ternyata green ville dan puri terendam cukup dalam, kondisi semakin tidak menguntungkan, kami mencoba jalan-jalan yang belum pernah kami lalui sebelumnya, sampai tiba-tiba nongol di daan mogot. but… once again.. daan mogot terendam hampir 1 meter, alhasil kami muter-muter lagi ga jelas arah, untung udah isi bensin… setelah melalui jalan yang ga dikenal lagi akhirnya kami lihat ada angkot merah.. thanks God, finally ada penunjuk jalan. maka kami pun mengikuti angkot merah itu sampai ke daerah outer ring road. belum sampai ke cerita bahagia nih.. karena ternyata outer ring roadpun terendam banjir… olala… ampuuuunnn deh.. kami mencoba menembus dengan berjalan disisi ring road yang satunya, yang artinya kami melawan arus lalu lintas yang ada. Karena tidak tau harus lewat mana, kami mengikuti motor yang didepan kami. ternyata kami lewat terminal rawa buaya.. heheh.. ga pernah menyangka ternyata kami lewat situ juga.. padahal sebelum-sebelumnya kami belum pernah lewat situ, dan selalu bertanya ‘terminal rawa buaya yang mana yach’… akhirnya pertanyaan kamipun terjawab… setelah lewat dari terminal rawa buaya, jalanan cukup lancar untuk mencapai rumah… and ini semua memakan waktu 3 jam …. (cukup lama dibanding keadaan normal, tapi cukup bersyukur dibanding dengan cerita dari rekan-rekan lainnya) .. Tappppiiiiiiii…. another sad story waiting us …. ( baca cerita selanjutnya di part 2 of banjir )
